.

.

SERVICE KURSI JOK BANDUNG

Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan

SERVICE SOFA BANDUNG - Jangan Jadikan Fanatisme Kami Sebagai Bisnis Kalian!!

Jangan Jadikan Fanatisme Kami Sebagai Bisnis Kalian!!

foto-viking-tiket-persib-vs-mitra-kukar-piala-presiden-2015-25211
Semenjak era Galatama hingga sekarang berevolusi menjadi ISL basis supporter di indonesia semakin bertambah banyak dari generasi ke generasi. Bahkan Supporter di indonesia termasuk terbanyak se Asia tenggara. Mereka (supporter) sangat antusias terhadap klub lokal yang menjadi kebanggaan mereka. Bangku-bangku stadion selalu penuh oleh para supporter untuk mendukung tim kebanggaan mereka.

Sepakbola kita telah vakum beberapa bulan lalu karena perseteruan Menpora dan PSSI. Akhirnya, FIFA menjatuhkan banned (sanksi) kepada indonesia karena pihak pemerintah yang dianggap ikut campur kepada PSSI, karena menurut UU FIFA pemerintah tidak boleh mencampuri urusan tersebut. Akibat Hukuman tersebut kita tidak bisa lagi menikmati hiburan rakyat yg sangat di gandrungi oleh kita,anak anak,bahkan sampai org tua kita. Banyak yang terkena imbas dari hukuman ini, dari mulai pemain, staff, pedagang, dan banyak lagi.
Rindu kita terhadap sepakbola akhirnya sedikit terobati setelah MAHAKA selaku EO menyelenggarakan turnamen bertajuk piala Presiden yg di buka langsung oleh Presiden Ir.Jokowi di Bali beberapa pekan lalu. Turnamen ini diikuti oleh beberapa klub klub dari ISL hingga Divisi Utama.
Menjadi suatu kebanggan Bobotoh karena kemudian Persib bisa lolos ke semifinal turnamen tersebut. Meskipun tahun lalu Persib berhasil merengkuh juara ISL, namun Persib tetap mengejar gelar juara di Piala Presiden ini. Dan lagi, animo Bobotoh untuk menyaksikan laga semifinal leg 2 sangat tinggi, kerana di leg 1 semifinal tempo hari, Persib dikalahkan Mitra Kukar 0-1 di Tenggarong.
Dan “penyakit” sepertinya kembali terulang, penyakit yang terus menghantui Bobotoh Persib di Bandung. Bobotoh selama ini selalu diresahkan oleh para “calo” tiket yg selalu mengambil keuntungan saat Persib bermain di kandang. Apalagi, pertandingan akan dimainkan di weekend yang dipastikan menyedot animo bobotoh yang tinggi. Sayangnya lagi-lagi, pertandingan tersebut dipastikan akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yg ingin meraup keuntungan.
Sampai saat H-4 ini, tiket Persib vs Mitra Kukar susah didapat. Padahal, harga resmi tiket sudah dikeluarkan oleh pihak terkait, tapi kabar berhembus sudah mengalami sold out. Kalaupun tiketnya masih ada, tiket-tiket tersebut ada di “oknum” yang menjualnya dengan harga yg tidak masuk akal.
Penyakit ini selalu terulang di setiap pertandingan Persib, apalagi saat bigmatch dan pertandingannya jatuh di hari libur. Sering terjadi oknum-oknum yang tidak merobek potongan tiket dan menjualnya kembali pada bobotoh. Ada pula fanatisme bobotoh dimanfaatkan oleh pihak keamanan di stadion untuk bisa masuk ke stadion dengan menjadi “penonton gelap”, yaitu dengan membayar kepada pihak tersebut tanpa tiket.
Saya selaku bobotoh merasa kesal dengan kejadian ini terulang terus karena tim sebesar PERSIB tidak bisa mengelola masalah tiket dengan baik. Padahal di jaman serba canggih ini, banyak sekali solusi untuk memperbaiki semua ini.
Kita bisa meniru sistem tiket di PT KAI atau Transjakarta. Mereka menggunakan teknologi modern dan bekerja sama dengan pihak ketiga (Bank, Minimarket, dll) untuk memperbaiki dan mendukung sistem yg ada. Dulu kita sering melihat calo tiket di tiap stasiun kereta api. Tapi sekarang, semua itu sudah tidak ada karena mereka saat ini menggunakan Eticket, seperti yang juga berlaku di sistem tiket pesawat terbang. Mudah, praktis, dan tidak usah mengantri atau susah mencari tiket karena menggunakan teknologi yang sudah ada.
Pusamania FC adalah klub baru di Iindonesia. Tapi mereka sudah menggunakan e tiket dengan bekerja sama dengan pihak sponsor. Mereka serius melakukan perubahan seperti itu karena ingin ada kemajuan. Dengan menggunakan E TIKET, kita tidak usah pusing mencari cari tiket. Cukup hanya dengan membelinya dengan syarat harus mempunyai saldo. Jika saldo habis, kita tinggal isi lagi di bank. Struk pembelian tiket tersebut bisa kita tukarkan di pihak penyelenggara atau perangkat di stadion. Mungkin mekanisme seperti itu bisa meminimalisir oknum dan calo menjual tiket.
Panpel terkait harusnya bertindak tegas dan memberi solusi dengan kejadian ini dan jangan hanya menutup mata dan pura2 tidak tahu. Mungkin tulisan saya bisa menjadi solusi kepada pihak terkait atau penyelenggara pertandingan agar memperbaiki semuannya. Ini semua demi kemajuan bobotoh terutama persib.
Ditulis oleh @kataR33ndy
Sumber : Disini

Service Kursi Jok Bandung - Panglima Tegaskan Pesawat Singapura Tidak Boleh Latihan Militer di Udara Indonesia

Dua pesawat F-16 Fighting Falcon TNI AU mendarat di Lanud Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (11/6/2015). Dua pesawat itu dan dua pesawat Sukhoi melakukan patroli udara di kawasan Blok Ambalat, yang masih menjadi sengketa antara RI dan Malaysia. Patroli ini merupakan bagian dari Operasi Perisai Sakti 2015. WARTA KOTA/ALEX SUBAN

Service Kursi Jok Bandung - Kisah Hidup Nenek Berumur 70 Tahun Yang Tinggal Di Pemakaman

Hidup memang tidak selamanya menyenangkan duka dan derita yang dialami selalu menjadi tumpuan dalam menjalani keseharian seseorang, di jaman yang semakin berkembang dengan pesat ini masih terdapat orang-orang yang kehidupannya bisa dikatakan tidak layak atau kurang diperhatikan pemerintah entah karena janji yang hanya ucapan belaka atau memang tidak dapat diperhatikan sama sekali.

Kisah Hidup Nenek Berumur 70 Tahun Yang Tinggal Di Pemakaman

Seperti halnya nenek ini, nenek yang sudah berumur 70 tahun ini ternyata tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah. nenek yang hidup sebatang kara ini tinggal disebuah gubuk yang bertempat dipemakaman umum. Sungguh miris, hal ini terjadi karena sang nenek tidak tercantum dalam penerima  BLT (Bantuan langsung Tunai) yang diselengarakan pemerintah dikecamatan cibatu, kabupaten garut, Jawa Barat. Kejadian ini sudah sering terjadi pada sang nenek yang tidak pernah menerima satupun bantuan langsung tunai dari pemerintah karena tidak terdaftar sebagai penerima bantuan. Berikut ini adalah kisah nenek yang tinggal di pemakaman dan tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah :

Kisah Hidup Nenek Berumur 70 Tahun Yang Tinggal Di Pemakaman

Sekitar 650 warga Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada pencairan BLT pekan kemarin. Namun dalam daftar orang-orang kurang mampu tersebut, nama Mak Uwok tak ada.
"Ema mah ti baheula ge teu nampi BLT da cenah teu aya dina daftarna. Nepi ka ayeuna ge can perenah narima bantuan ti pamarentah," jelas Mak Uwok ketika ditemui di rumahnya beberapa hari lalu.
Daftar penerima BLT memang aneh. Nama-nama yang ada dalam daftar, yang dinyatakan sebagai warga kurang mampu secara ekonomi itu, sebenarnya banyak yang bertempat tinggal permanen dengan perabotan cukup lengkap, bahkan tak sedikit pula yang memiliki kendaraan roda dua,gadget canggih, hingga  yang berperhiasan. Ironisnya,  di sisi lain, warga yang benar-benar tidak mampu seperti Mak Uwok, malah tak ada di dalamnya. Siapa yang ngaco, hingga kini tak diketahui?

Lepas dari BLT, nasib Mak Uwok sangat tragis. Di usianya yang sangat tua, lebih dari 70 tahun, hidup Mak Uwok sebatang kara dan tinggal di sebuah gubuk kecil di lahan pemakaman di tengah kampung. Gubuk itu hasil gotong royong warga. Tanah makam dipilih warga sebagai tempat tinggal Mak Uwok karena tak ada lagi lahan kosong di Kampung Wanakerta yang bisa ditempati secara gratis. Selain itu, meskipun banyak kuburan, namun kompleks pemakaman itu sangat dekat dengan permukiman."Jadi kalau terjadi sesuatu kepada Mak Uwok, warga bisa mengetahuinya dengan cepat," kata Ucen, Ketua RT di mana Mak Uwok tinggal.
Ukuran gubuk mak Uwok hanya sekitar 2 x 3 meter. Sangat sempit memang. " "Tapi Alhamdulillah walau seadanya, saya ucapan terima kasih kepada warga di sini yang mau peduli sama nasib emak"," tutur Mak Uwok, lirih.
Di usianya yang kian senja, Mak Uwok kini sering sakit-sakitan dan tak kuat lagi bekerja. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, ia hanya mengandalkan belas kasihan tetangga sekitar pemakaman umum yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya ini. Kadang ada yang memberinya uang alakadarnya atau sekedar  makanan.
"Seandainya anak-anak ema masih hidup. Sepertinya nasib ema gak seperti ini. Atau suami ema tidak mendului meninggal..."Kisahnya, seraya menitikan air matanya.
Mak Uwok sebenarnya merupakan ibu dari sembilan anak. Namun, semuanya telah meninggal dan tak bersisa seorang pun. Begitu pula suaminya, Mang Sarif. Lelaki tumpuan harapan Mak Uwok tersebut meninggal saat Mak Uwok dan keluarganya hijrah ke Bandung.
"Semua anak-anak ema meninggal. Suami lebih dulu meninggalkan ema." Ungkapnya, sambil terbata menahan tangisnya.
Saat masih hidup, mendiang Mang Syarif (suami mak Uwok) mencari nafkah sebagai tukang patri keliling, ia boleh dikatakan lelaki tangguh dalam hal mencari nafkah. Meskipun penghasilannya tidak besar, namun cukup untuk menghidupi Mak Uwok dan anak-anaknya, dan bahkan membelikan rumah sangat sederhana untuk tempat tinggal.

Kini Mang Syarif dan sembilan anaknya tinggal nama meninggalkan Mak Uwok yang sudah renta sendirian.  Bukan hanya itu, tanah dan tempat tinggal Mak Uwok pun telah lama berpindah nama karena dijual kepada saudaranya ketika Mak Uwok dan keluarga hijrah ke Bandung.
"Tadinnya pidah ke Bandung ingin mengubah nasib... ternyata musibah yang ema dapat." Ungkap Mak Uwok, menyeka air matanya yang terus mengalir dipipinya yang keriput.
Pjs Kepala Desa Wanakerta, Tardi, menjelaskan, pihak desa tak bisa berbuat banyak terhadap nasib Mak Uwok. "Daftar penerima BLT dikeluarkan oleh pemerintah, bukan oleh pihak desa. Pihak desa tak berwenang mengubah daftar penerima BLT meskipun kami tahu bahwa sebenarnya Mak Uwok memang sangat butuh bantuan dan sangat layak menerima BLT," ungkapnya.

Kendati demikian, menurut Tardi, pihaknya akan memprioritaskan Mak Uwok jika ada bantuan serupa yang digulirkan oleh pemerintah. "Bahkan kami meminta agar pihak RW atau pengelola raskin agar menggratiskan raskin kepada Mak Uwok dan orang-orang yang senasib dengan Mak Uwok dan biayanya akan ditanggung pihak desa," tegasnya.

Note :
Nah Itulah kisah hidup nenek yang tidak pernah menerima satupun bantuan dari pemerintah dengan kondisi yang memprihatinkan karena sang nenek hanya hidup sebatang kara dengan kondisi rumah yang tidak layak ditempati, Sebenarnya hal tersebut dapat di tangani jika warga atau kepala desa mau memasukan orang-orang yang tidak mendapatkan bantuan.

sumber : http://log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL3d3dy5pbmZvLWFuaW1lLmNvbS8yMDE1LzA0L2tpc2FoLWhpZHVwLW5lbmVrLWJlcnVtdXItNzAtdGFodW4teWFuZy5odG1s

SERVICE SOFA BANDUNG - Dada Bagian Kiri Ditandai agar Peluru Tembus Jantung


Keluarga terpidana mati berkumpul dan berdoa bersama di Dermaga Wijaya Pura setelah pertemuan terakhir dengan anggota keluarga yang menjalani eksekusi Rabu dini hari (29/4). Foto: Fardan/Radar Banyumas/JPNN
Keluarga terpidana mati berkumpul dan berdoa bersama di Dermaga Wijaya Pura setelah pertemuan terakhir dengan anggota keluarga yang menjalani eksekusi Rabu dini hari (29/4). Foto: Fardan/Radar Banyumas/JPNN
CILACAP - Informasi dari sumber Jawa Pos di lokasi eksekusi, delapan napi kasus narkoba yang sudah dieksekusi dinihari tadi, telah berada di lapangan tembak pada pukul 11.20, Selasa (28/4).
Mereka memakai delapan mobil. Dalam satu mobil terdapat satu terpidana mati. Terdapat dua petugas dalam setiap mobil tersebut.

Sementara itu, sejak pagi jalan yang menuju dermaga disterilkan dari warga. Caranya, polisi memasang pagar pembatas di pinggir jalan. Hanya wartawan yang diperbolehkan berada di lokasi tersebut.

Penjagaan di dermaga pun diperketat. Jika tidak ada tamu yang menuju Nusakambangan, pintu dermaga ditutup rapat. Pintu itu dijaga polisi bersenjata lengkap. Anjing pelacak pun dikerahkan untuk memeriksa barang bawaan keluarga.      

Pada pukul 20.30, beberapa kuasa hukum dan keluarga terpidana mati masuk ke dermaga. Yang pertama adalah rombongan keluarga Rodrigo Gularte. Dilanjutkan dengan keluarga Bali Nine dan kerabat terpidana mati lainnya.

Berdasar informasi yang diperoleh, keluarga dipersilakan melihat terpidana mati untuk kali terakhir sampai pukul 22.00. Seperti permintaan terakhir terpidana mati asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso. Dia meminta berkumpul dengan keluarga sebelum timah panas bersarang di dada kirinya.   

Pada pukul 22.00, petugas membawa sembilan terpidana mati untuk diserahkan kepada regu tembak dari Brimob Polda Jateng. Mereka ditempatkan di lapangan Limus Buntu.
Mereka diangkut dengan mobil polisi. Lapangan itu terletak di belakang pos polisi Nusakambangan. Hanya sekitar sepuluh menit perjalanan dari Lapas Besi.   

Di tempat itu, para terpidana mati diikat pada tiang. Selain itu, mereka menggunakan seragam khusus dengan mata ditutup. Seragam tersebut sudah ditandai pada dada bagian kiri agar peluru menembus jantung.    

Berdasar informasi dari Polda Jateng, satu terpidana mati menghadapi 12 personel regu tembak.

Dari rapat antara kuasa hukum, konselor, dan pihak kejaksaan, setelah ditembak, mereka dimandikan dan diserahterimakan kepada keluarga di Lapas Besi.
Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka masing-masing dengan ambulans dan pengawalan ketat oleh polisi.(idr/aph/kim)
SUMBER : http://www.jpnn.com/read/2015/04/29/300974/Dada-Bagian-Kiri-Ditandai-agar-Peluru-Tembus-Jantung

SERVICE SOFA BANDUNG - Mengapa Mereka Dieksekusi di Bawah Tenda? Ini Penjelasannya


Keluarga terpidana mati berkumpul dan berdoa bersama di Dermaga Wijaya Pura setelah pertemuan terakhir dengan anggota keluarga yang menjalani eksekusi Rabu dini hari (29/4). Foto: Fardan/Radar Banyumas
Keluarga terpidana mati berkumpul dan berdoa bersama di Dermaga Wijaya Pura setelah pertemuan terakhir dengan anggota keluarga yang menjalani eksekusi Rabu dini hari (29/4). Foto: Fardan/Radar Banyumas

NUSAKAMBANGAN 
-  Delapan napi kasus narkoba telah dieksekusi dini hari tadi.  Informasi dari sumber Jawa Pos di lokasi eksekusi menyebutkan, posisi napi saat eksekusi adalah Andrew Chan berada di tiang paling kiri, lalu diikuti Myuran Sukumaran, Raheem Agbaje, Mary Jane, Sylvester, Okwudili, Rodrigo, Martin Anderson, dan yang berada di paling kanan adalah Zainal Abidin.
"Mereka masih tampak tenang," ujarnya saat dihubungi jelang tengah malam tadi.

Berbagai upaya dilakukan agar eksekusi tersebut tidak terganggu. Salah satunya menyiapkan tenda yang menaungi delapan terpidana saat nanti timah panas ditembakkan. "Jadi, mereka diikat di tiang yang berada di bawah tenda warna ungu," jelasnya.

Tenda tersebut tidak hanya disiapkan untuk mengantisipasi hujan, tapi juga untuk mencegah adanya drone atau pesawat tanpa awak mengambil gambar.
Dia mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu ada petugas yang melihat drone. "Karena itu, tenda ini disiapkan," katanya.

Jaksa Agung M. Prasetyo yang memantau jalannya eksekusi menjelaskan, setelah proses eksekusi, jenazah dikirimkan sesuai dengan permintaan terakhir terpidana mati.
Teknisnya, jenazah duo Bali Nine Chan dan Sukumaran akan dikirim ke kedutaan besar agar bisa diterbangkan ke Australia."Yang lainnya akan sesuai permintaan terakhir," ucapnya. (idr/aph/kim)
SUMBER : http://www.jpnn.com/read/2015/04/29/300972/Mengapa-Mereka-Dieksekusi-di-Bawah-Tenda-Ini-Penjelasannya

Pengakuan Asep, Pemerkosa Bocah SD dan Ratusan Ayam

Pengakuan Asep, Pemerkosa Bocah SD dan Ratusan Ayam

Warga buka posko pengaduan untuk pemilik ayam yang mati karena Asep

VIVAnews - Sidang perkara perkosaan bocah sekolah dasar (SD), 300 ekor ayam dan sejumlah kambing, dengan terdakwa Asep Solehudin, 17 tahun, kembali digelar

Labels

101 KISAH ISLAMI AL-FURQON AL-KISAH BAHAN KAIN SOFA BED BERITA TERKINI BOBODORAN SUNDA CATATAN PRIBADI CERITA KISAH CINTA RASULULLAH SAW DAN PARA SAHABAT CERPEN CERPEN ISLAMI CONTOH DESAIN DOWNLOAD GRATIS FILSAFAT ILMU KALAM FURNITURE KITCHEN SET GANTI KAIN GARUT NEWS HAYATI DAN RESAPI INTERNET JENIS KAIN JOK KURSI KATA MUTIARA KEAJAIBAN KEINDAHAN KHUTBAH BAHASA ARAB KODE ANIMASI BERGERAK KUASA ALLAH SWT KUMKUMPULAN KATA NASIHAT KUMPULAN CARA KUMPULAN RUPI-RUPI SMS LUCU DAN MANTAP KUMPULAN STATUS FACEBOOK KURSI CAFE KURSI CHITOS KURSI MAKAN KURSI RESTORAN MEMBUAT BARU SOFA MENATA HATI MODEL KURSI NOAH BAND OLAHRAGA PANTUN LUCU PENGETAHUAN PERISTIWA PUASA DAN ZAKAT PUISI PUISI SUNDA RAMADHAN RAYUAN GOMBAL RENUNGAN HATI REPARASI REPARASI SOFA BANDUNG RESTU BAND RINJANI SOFA BANDUNG RUBAH MODEL SEPUTAR COMPUTER SEPUTAR MUHAMMADIYAH SEPUTAR NABI MUHAMMAD SAW SEPUTAR PRIA SEPUTAR WANITA SERBA ANEH SERBA ANEH DAN UNIK SERBA LUCU SERBA-SERBI SERVICE COVER SOFA SERVICE JOK KURSI BANDUNG SERVICE KURSI ARIMBI SERVICE KURSI JOK BANDUNG SERVICE KURSI JOK CIMAHI BANDUNG SERVICE KURSI PUFF SERVICE SOFA SERVICE SOFA CAFE SERVICE SOFA CHESTERFIELD SERVICE SOFA HOME THEATER SERVICE SOFA LAZY BOY SERVICE SOFA SANTAI SERVICE SOFA SECTIONAL SERVICE SOFA TEMPAT TIDUR SERVICE SPRINGBED SHALAT SMS CINTA SMS TAHUN BARU SMS UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU 2013 SOFA BEDS SOFA CLASSIC SOFA CONTEMPORARY SLEEPER SOFA KANTOR SOFA KIDS SOFA L SOFA LEBARAN SOFA LOVESEAT SOFA MINIMALIS SOFA MODEL BARU SOFA SANTAI KELUARGA SOFA SUDUT SRBA LUCU SYAIR TAMBAH BUSA TEBAK-TEBAKAN TENTANG ILMU TASHAWUF TIPS UNGKAPAN CINTA UNGKAPAN PENYEJUK HATI